Hari ini gw pergi ke bank untuk setor sejumlah uang ke rekening, nabung lah. Ada beberapa kejadian yang amat sangat membuat gw syok, takjub, dan sampai ga habis pikir. Begini kronologisnya :
Sekitar jam 10.30 siang, gw sampai di salah satu bank di mal Serpong. Ada pak satpam yang membukakan pintu buat nasabah yang masuk, dengan senyum ramah dan mengatakan "Selamat siang, mbak, selamat datang di ***" Gw paling enggak bisa enggak balas menyapa, gw balas dengan senyum juga dan sedikit membungkuk, "Siang pak" Setelah mengisi bukti setoran, gw mulai mengantri, untung tidak terlalu ramai seperti hari Senin/Selasa. Lagi pula masi pagi menjelang siang. Gw pun nunggu, mengantri berdiri sambil membawa ransel + buku gambar A3. FYI, antriannya berbentuk ular, meliuk-meliuk dengan 2 bangku yang masing-masing cukup untuk 2 orang. Letak 2 bangku itu bersebrangan di tengah-tengah antrian ular itu. Gw melihat beberapa orang yang duduk, lalu jika antrian bergeser, dia akan bergeser ke kursi disebelahnya. Bahkan antrian barisan tengah menjadi kosong karena orang-orang lebih memilih untuk duduk dari pada merapatkan antrian. Gw memilih untuk tidak duduk, kenapa? Bukan karena gw gengsi atau sok kuat, karena itu memang gw baru berdiri selama 15 menit. Gw yang membawa ransel dan buku gambar itu kuat kok berdiri. Kalau memang disediakan kursi, tidak selalu harus dipergunakan kan? Yang membuat gw lebih tercengang, ada orang yang baru duduk, posisi antriannya ada tepat dibelakang gw. Saat antrian bergeser, karena gw tidak duduk jadi belakang gw kosong dan dia pindah tempat duduk ke sebrang yang kosong karena tidak gw duduki. Antrian barisan tengah pun jadi padat karena gw tidak duduk yang juga berarti mengurangi kekosongan di barisan tengah. Lihat kan? Kalau kalian tidak duduk, antrian akan lebih terlihat rapi dan orang tidak akan berpikir "Ih, itu depanya kosong banyak kok dia enggak maju sih?" Melihat pemandangan ini, dalam hati gw.. "Gila ya, malesnya orang-orang ini. Cuma 30 menit loh, capek ya? Atau biar santai main bb sambil duduk?"
Selama gw mengantri ada kejadian tak telupakan bbuat gw. Gw selalu dengar "Selamat siang, selamat datang, pak/bu di bank ***" dan juga "Terima kasih, pak/bu, selamat siang" Suara itu terdengar lantang, tegas, sepertinya pak satpam itu tidak bosan-bosannya bersikap ramah kepada para nasabah. Hampir semua nasabah yang masuk/keluar selalu disapa, kecuali ketika dia harus mengisi kotak kertas slip yang sudah mau habis. Apa yang menarik? Gw melihat hampir semua orang yang keluar/masuk dan disapa oleh pak satpam itu TIDAK MEMBALAS SAPA. Gw cuma bisa diem nonton sambil mengantri. "Ya Tuhan, manusia apaan mereka, bahkan mereka tidak melihat muka pak satpam yang sudah dengan ramah menyapa mereka" Saat transaksi selesai, gw pun keluar bank, melewati pak satpam itu lagi. Dia pun bilang "Terima kasih, mbak, selamat siang" sambil senyum. Gw bener-bener ga bisa nolak untuk tidak membalas sapa, "Siang, pak" gw pun bales senyum dan sedikit membungkuk. Apa yang gw dapat? Pak satpam itu masih bales senyum ke gw. Entah kenapa ada kepuasan sendiri melihat orang senyum setelah gw sapa. Setidaknya hargailah orang yang sudah menyapa anda dengan keikhlasan dan senyum. Meskipun hanya dengan senyum. Jangan melihat profesinya yang sebagai satpam, dia juga manusia, makhluk sosial yang sama dengan kita. Tidak pantas rasanya kalau kita mengacuhkan dia yang menjaga kita selama di bank dan sudah menerima kita untuk masuk di bank itu dengan ramah. Gw bener-bener salut sama pak satpam itu, takjub, bener. Biasanya orang lain, kalau sapaannya tidak dibalas, dia mungkin akan malas untuk menyapa yang lainnya lagi dan lebih memilih diam. Tapi pak satpam ini tetap menyapa semua yang masuk dan keluar bank. Bagaimana menurut anda?
Itulah 2 hal yang gw dapat hari ini. Sebuah pelajaran berharga untuk hidup supanya tidak bermalas-malasan dan saling bertegur sapa. Beneran pak, saya salut sama bapak. Belum pernah saya melihat satpam/penjaga lain yang konsisten menyapa pelanggan. Saya doakan banyak berkah ya pak, semoga hasil dari sapaan bapak yang ramah itu bisa membawa sesuatu yang berharga untuk bapak dan orang lain. :)
More...